Diam

December 19, 2019



Ada alasan mengapa kini aku juga memilih untuk diam ketika kau diam. 
Enggan bertanya lebih jauh apa yang tengah terjadi di antara kita. 

Kelelahan, itu jawabannya. 

Aku sampai di hari dimana sudah terlalu lelah menjadi pihak yang selalu bertanya ada apa. 
Sudah terlalu lelah menjadi pihak yang senantiasa mencoba meluruskan apapun yang sedang kusut. Sudah terlalu lelah menjadi pihak yang selalu siap mendengarkan. 

Oh begini rasanya diam, kadang larut dalam kubangan asumsi, banyak khawatir dan tak sedikit pula memutuskan untuk tak lagi peduli. 

Tadinya ku pikir, kita bisa sama-sama berpikir jernih sewaktu mengambil sedikit langkah mundur untuk berpikir. Tapi nyatanya, entah sudah berapa kali, kau justru memilih untuk diam. 

Oh begini rasanya diam. Awalnya aku nggak nyaman, tapi setelah ku jalani, ternyata cukup mampu membuatku bertahan. Namun jangan kau pikir, aku sudah nggak sayang. Aku masih sayang, terutama dengan diriku sendiri. Aku lelah menerjemahkan segala diam yang kau perlihatkan selama ini. 

Sumpah mati, mungkin begini lebih baik sekarang ini. Toh ekspektasi tak akan membawa kita ke mana-mana, bukan? Jadi ada baiknya kita pertimbangkan untuk menghilangkan hal itu. 

Oh begini rasanya diam. 
Hati nyeri tak keruan. 

South Jakarta, 19th December 2019 
"To The End" - Blur

You Might Also Like

0 comments